MENANG dengan selisih dua gol. Itulah yang menjadi target Benfica saat gantian menjamu Bayern Munchen di Stadion da Luz pada leg kedua babak perempatfinal Liga Champions, Kamis (14/4/2016) dini hari.
Target itu dicanangkan setelah pada leg pertama di Allianz Arena, the Eagles--julukan Benfica--kalah dengan skor 1-0.
Namun target itu sepertinya bakal sulit terealisasi. Pasalnya, akan sangat sulit untuk menumbangkan Bayern. Andai Benfica bisa menang dengan skor 2-1 sekalipun, tetap tim tamulah yang berhak lolos ke fase selanjutnya berkat agresivitas gol tandang.
Belum lagi kualitas individual pemain Die Roten--julukan Bayern--yang lebih unggul dari tuan rumah, membuat raksasa asal Portugal itu sepertinya harus mengakhiri nasib di Liga Champions lebih cepat.
Kondisi As Aguias atau ‘si Elang’ diperparah dengan absennya sejumlah pilar. Julio Cesar, Nuno Santos, dan Luisao dipastikan tidak bisa bermain karena masih mengalami cedera.
Sedangkan penyerang tersubur mereka, Jonas Goncalves Oliveira, tidak dapat dimainkan lantaran akumulasi kartu kuning. Padahal hanya Cristiano Ronaldo yang bisa mengimbangi ketajaman Jonas di Eropa, dengan 30 gol sepanjang musim.
Tanpa sang striker andalan, tuan rumah sepertinya akan kesulitan membobol gawang Die Bavarian. Bahkan, bisa bermain imbang saja sepertinya sudah bagus bagi skuat asuhan Rui Vitoria itu.
Sebaliknya, Munchen berada dalam jalur yang benar saat bertandang ke Portugal. Meski Jerome Boateng dan Holger Badstuber masih cedera, dan Mehdi Benatia kemungkinan belum fit, pelatih Josep Guardiola tidak terlalu mengkhawatirkan lini belakang timnya sebab bisa ditambal dengan Joshua Kimmich dan David Alaba.
Selain itu, FC Hollywood juga memiliki lini tengah yang lebih ampuh dari Benfica. Sehingga kinerja lini belakang bisa lebih ringan. Dengan kondisi seperti ini sulit untuk mencari titik lemah Bayern.
Meski begitu, semua catatan tersebut tak lantas membuat skuat Benfica patah arang. Seperti yang diungkapkan penyerang Pizzi. Pemain 26 tahun itu, berjanji akan berjuang hingga titik keringat terakhir demi membawa Benfica lolos ke semifinal. Menurutnya, lolos ke semifinal merupakan mimpi yang jadi kenyataan.(ANT/B-3)








