BORNEONEWS, Palangka Raya - Menghadapi musim kemarau, banyak orang cenderung mudah terserang penyakit. Salah satu penyakit yang sering dijumpai adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Banyaknya genangan air di penampungan berupa botol-botol atau limbah menjadi tempat nyaman bagi nyamuk aedes aegypti berkembang biak.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Nur Ainawiyah membenarkan hal demikian. Suhu saat musim kemarau waktunya bertelur nyamuk mencapai puncaknya.
Suhu yang hangat membuat siklus hidup nyamuk menjadi lebih cepat. Akibatnya, banyak telur yang menetas, sehingga diprediksi kasus DBD dapat meningkat.
"Saat musim kemarau datang, kasus DBD diprediksi terus berkembang. Langkah penting yang bisa diambil adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS)," ucapnya, Minggu, 10 September 2023.
--page
Dirinya juga mengatakan DBD adalah penyakit yang serius. Selalu jaga kesehatan dan lakukan tindakan pencegahan agar tetap terlindungi.
"Contoh tindakan pencegahannya melalui 3M menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas," bebernya.
Adapun gejala DBD, imbuh dia, seperti demam tinggi dan muncul bintik-bintik merah, apabila ditemukan hal demikiam segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. (MARINI/j)









