BORNEONEWS – Kapuas Kuala: Nasib nahas menimpa seorang siswa bernamaRahmat (14). Pelajar yang masih duduk di kelas 2 SMPN 1 Kapuas Kuala ini tewas akibatdisambar petir.
Saat itu, Rahmat mencari rumput bersama beberapa orang rekannyadi Desa Tamban Lupak, tepatnya di Sekunder 10, Kecamatan Kapuas Kuala KabupatenKapuas, Selasa (12/4/2016) sekitar pukul 15.00 Wib.
Beberapawarga yang menemukan korban terkapar di tengah sawah dengan bagian belakangtubuh hingga ke bagian belakang kepala mengalami luka bakar yang cukup parah.Korban diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian. Beberapa rekan korban yangikut mencari rumput tak mengira kalau korban sampai disambar petir.
Camat KapuasKuala Asy'ari yang dikonfirmasi via telepon selulernya, Selasa (12/4) sore tadi membenarkan kejadianitu. Dikatakan camat, peristiwanya terjadi ketika hujan yang cukup lebat menguyurdi Desa Tamban Lupak , disertaisambaran petir.
"Korban meninggal dunia pada saat mencari rumput bersama beberapa rekansebayanya," jelas Camat.
Masihmenurut Asy'ari, setelah pulang sekolah Rahmat bersama beberapa orang rekannyamencari uang atau upah dengan cara mencarirumput untuk pakan kambing. Saat mencarirumput itulah turun hujan lebat diselingi petir. Anak yang sudah yatim ituditemukan oleh rekan-rekannya sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan lukabakar di sekujur tubuhnya.
KapolresKapuas AKBP Hendra Rochmawan yang dihubunggi via telepon selulernya membenarkanadanya seorang remaja disambar petir. Korban sambaran petir saat itu berada ditengah-tengah sawah bersama beberapa teman sebayanya. (Sri/*)


