SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Meski sempat diguyur hujan, namun kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sukamara masih terjadi. Lantaran, intensitas hujan yang turun di wilayah tersebut tidak merata.

Salah satu titik api yang masih dalam penangan yaitu di Desa Natai Sedawak, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara. Kebakaran di desa ini bermula sejak Kamis, 7 September 2023.

Upaya pemadaman dari siang hinga malam hari dilaksanakan oleh Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Kalimantan III/Pangkalan Bun pondok kerja Kabupaten Sukamara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukamara, UPT KPHP Sukamara-Lamandau,  TNI, Polres Sukamara dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Anggota Manggala Agni Daops Kalimantan III/Pangkalan Bun Ergy Rifandy menjelaskan, Meski sempat di guyur hujan pada hari sebelumnya,  namun hujan yang turun tidak dapat mematikan api sepenuhnya, kendati demikian, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir mampu mengendalikan penyebaran titik api.

"Kebakaran terjadi pada lahan gambut yang dalam, dan api berada di dalam gambut tersebut, hujan turun kemarin hanya mampu membasahi permukaan dan di bawah api masih menyala," kata Ergy kepada Borneonews, Minggu, 10 September 2023.

--page

Ergy melanjutkan timnya saat ini terus melakukan upaya pemadaman dilokasi kebakaran, dengan fokus penyekatan pada jari-jari api yang semakin melebar ke lahan perkebunan warga.

"Hari kemren kami fokus pada jari-jari api, yang mana untuk mengejar kepala api masih terlalu jauh, dengan peralatan yang ada kami maksimalkan penyekatan agar mencegah api semakin meluas,
selain terkendala dengan peralatan timnya juga terkendala dengan akses jalan yang sulit dilewati dengan berjalan kaki," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sukamara Agus Mulyanto menjelaskan, memang hujan sempat mengguyur Sukamara, tapi karena intensitasnya cuman sedikit dan tidak lama, serta tidak merata di seluruh kabupaten Sukamara, dan ditambah adanya pengaruh angin yang kecang, menyebabkan jari-jari api semakin melebar ke lahan perkebunan warga.

"Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sukamara setiap hari terjadi, walaupun dalam beberapa hari terakhir sempat diguyur hujan, tapi di lahan gambut yang terbakar masih tetap terlihat kepulan asap, ini terjadi akibat intensitas hujan yang turun tidak merata.  Berdasarkan Analisa dari BMKG bahwa untuk kabupaten Sukamara yang terkena dampak hujan adalah Sukamara bagian Selatan," ungkapnya.

Agus Mulyanto melanjutkan, tim pemadaman gabungan kesulitan untuk mencapai titik api, karena akses tidak bisa dilewati kendaraan roda 2 dan roda 4,  serta sumber air yang  mulai mengering dilokasi kejadian.

"Kemaren kami sudah melakukan koordinasi dengan Satgas Karhutla Provinsi dan alhamdulillah dari pihak provinsi mendukung dengan sebuah helikopter water boombing," pungkasnya. (DANANG/J)