PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejumlah peternak babi Palangka Raya menyatakan penolakan terhadap adanya rencana pengusaha yang ingin memasukkan 5.000 ekor babi potong dari luar Kalimantan Tengah.

"Kami minta pemerintah daerah untuk benar-benar memastikan babi yang masuk dari luar provinsi benar-benar sehat dan sesuai persyaratan. Selain itu kami juga minta pemerintah untuk membatasi jumlah yang masuk. Kami menolak dan keberatan terhadap permintaan ijin oknum pengusaha yang mau memasukan babi 5.000 ekor," kata salah seorang perwakilan peternak babi, Yermon, kepada Borneonews pada Minggu, 10 September 2023.

Menurut Yermon, pihaknya telah menyampaikan secara langsung aspirasi ini kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya pada 30 Agustus 2023 lalu.

"Kami para peternak babi meminta pemerintah daerah untuk benar-benar memperhatikan peternak babi khususnya di Kalimantan Tengah ini" tuturnya lagi.

Pihaknya berharap agar secepatnya dapat diadakan pertemuan antara peternak, pemotong atau penjual, serta dinas-dinas terkait untuk duduk bersama membahas tentang kejelasan harga babi potong, anakan atau bibit babi yang dapat diterima dan disepakati oleh masing-masing pihak.

--page

"Terutama juga dapat diterima dan terjangkau oleh konsumen. Karena harga babi untuk sekarang tidak ada kejelasannya, amburadul," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/H)