BORNEONEWS, Sampit - Peningkatan status menjadi tanggap darurat bencana diharapkan efektif tanganin bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang kian marak.
"Kalau siaga masing-masing institusi menyiapkan baik personel dan peralatan. Kalau tanggap darurat ini akan berkumpul menjadi satu dengan harapan fungsi koordinasi dan komunikasi lebih cepat sehingga penanganan karhutla lebih efektif," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, Senin, 11 September 2023.
Lanjutnya, sebagaimana isyarat Bupati Kotim Halikinnor terkait penetapan status siaga ini bahwa pembiayaan harus seimban antara ketersediaan peralatan dengan ketersediaan dana.
"Ini menjadi ukuran kami dan ini sudah kami siapkan formulanya. Kebetulan kami punya 7 unit supply tangki tentunya ini minimal ada 7 ditambah 2 mobil patroli untuk backup suplai air ditambah suplai air bantuan dari OPD," katanya.
Jumlah personil akan menyesuaikan harian dengan melihat jumlah atensi eskalasi kebakaran. Dari situ akan dihitung komposisi personil yang tepat agar bisa efektif.
--page
"Dalam penanganan sudah ada formulanya tinggal kita bagi. Hari ini surat permintaan personil kami sampaikan. Mudah-mudahan Besok mulai aktif," imbuhnya.
Personel tersebut terdiri dari beberapa OPD yang akan bergabung, seperti TNI-POLRI dan Dinas Pemadam Kebakaran. Multazam meminta personil tersebut memiliki kompetensi dan enduran di lapangan yang kuat. (DEWI PATMALASARI/J)









