BORNEONEWS, Tamiang Layang - Setelah beberapa huruf timbul di sisi selatan Bundaran Tugu Gunung Perak di Desa Jaar Kabupaten Barito Timur pecah atau rusak kemudian diperbaiki beberapa bulan lalu, kini hal yang sama juga terlihat pada huruf timbul di sisi sebelah utara yang membentuk kata PERAK.
Saat Borneonews mengamati huruf-huruf berbahan akrilik yang rusak tersebut, terlihat dua huruf U mengalami retak-retak dan pecah namun tidak tampak dari kejauhan. Sedangkan lembaran akrilik pada bagian depan yang membentuk huruf K lepas sepenuhnya dan pecah dalam beberapa keping.
Salah satu penjual pentol yang biasa mangkal di Bundaran Tugu Gunung Perak mengaku tidak tahu persis sejak kapan huruf timbul itu rusak.
"Kurang tahu pak, baru kemarin saya lihat, cuma informasi dari teman-teman sudah dua harian," ucap pria yang biasa dipakai Abah Ira itu.
Menurutnya, selama menjajakan makanan di lokasi itu, tidak pernah melihat pengunjung yang melakukan pengrusakan. Sedangkan kondisi Bundaran Tugu Gunung Perak pada malam hari tidak diketahui persis karena Abah Ira bersama penjual pentol yang lain hanya berjualan dari pagi hingga sore hari.
--page
"Kalau malam gak tahu, kami pada pulang, lampu di sini (lampu jalan) juga gak ada pak," tuturnya.
Sementara penjual pentol yang lain mengaku baru hari ini kembali berjualan sehingga tidak mengetahui persis sejak kapan huruf timbul itu rusak. Meski demikian dia menduga kerusakan itu disebabkan angin kencang dan pemasangan lembaran akrilik yang tidak kuat.
"Kena angin, itu (akrilik) kan tipis bautnya kecil, yang huruf U itu baru lepas semua dan dipasang kembali," ujarnya.
Bundaran Tugu Gunung Perak yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Barito Timur dibangun selama dua tahun dengan menghabiskan anggaran Rp4,7 miliar. Pada pembangunan tahap pertama tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp3 miliar, kemudian pada pembangunan lanjutan tahun 2022 dianggarkan Rp1,7 miliar. (BOLE MALO/J)









