BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kendati kawasan RSUD Sultan Imanuddin pangkalan Bun Kotawaringin barat (Kobar) sudah digolongkan sebagai kawasan bebas rokok, namun hingga saat ini masih banyak ditemukan orang yang merokok di kawasan tersebut. 


Menurut Direktur RSUD Sultan Imanuddin dr Suyuti Syamsul, Rabu (13/4/2016) kebanyakan perokok di lingkungan RSUD ditemukan melanggar larangan itu pada malam hari. Padahal sejak 2014 tanda larangan merokok sudah banyak terpasang di lingkungan RSUD.


"Sebagian besar keluarga pasien. Bila petugas RSUD menemukan hal tersebut, tentunya langsung diberikan teguran. Berdasarkan laporan yang masuk, diperkirakan sekitar 100 orang perokok setiap hari ditegur petugas," jelasnya.


Ia menjelaskan, lantaran Perda No 4/2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok baru diterbitkan akhir 2015, saat ini pihkanya masih melakukan sosialisasi hingga satu tahun ke depan.


"Mungkin nantinya bila sosialisasi sudah dianggap cukup, maka akan diambil penindakan hukum bagi orang yang melanggar perda larangan merokok di RSUD. Karena ranah penindakan pelanggaran perda ini bukan pada RSUD, mungkin nantinya kita bekerjasama dengan pihak Satpol PP," ujarnya. (WAHYU KRIDA/m)