BORNEONEWS, Sampit - Penerimaan anggota Polri telah dibuka sejak 7 April 2016 hingga 31 April 2016. Masyarakat diingatkan agar lebih waspada terhadap adanya tindak penipuan pada penerimaan tersebut.
Kabag Dalpers Biro SDM Polda Kalteng AKBP Raden Petit Wijaya mengatakan, dengan adanya penerimaan anggota Polri baru ini sangatlah rawan dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi. Ia juga tidak menampik bahwa ada oknum kepolisian yang melakukan hal tersebut.
“Oknum tersebut biasanya mengaku sebagai panitia dalam perekrutan anggota polri. Padahal tidak benar,” ujar Raden saat menyampaikan sosialisasi penerimaan anggota Polri di Gedung Serbaguna Sampit, Kotim, Rabu (13/4/2016).
Dengan adanya hal itu, Raden meminta kepada seluruh masyarakat yang ingin memasukkan anaknya menjadi anggota Polri, jangan sampai terpengaruh. Terutama soal isu atau tindakan okunum yang mengaku dapat mengurus dalam penerimaan anggota Polri ini. Penentuan lulus atau tidaknya seseorang tentu dari berusaha, doa dan izin Yang Mahakuasa.
“Dalam tes ini, percaya diri yang utama. Karena dalam tes ini kami tidak hanya menggunakan pengawas internal saja, namun juga eksternal seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM),” ujar Raden.
Sedangkan Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan dalam sambutannya mengatakan, ia mengajak para pemuda di daerah ini untuk sgera mendaftarkan diri menjadi anggota Polri. Ia menjamin bahwa penerimaan atau rekrutmen ini bersih dan transparan.
“Pemuda Kotim adalah generasi ke depan yang akan membuat citra polisi di masyarakat lebih baik, dan yang pasti dicintai dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” kata Hendra. (M HAMIM/m)



