BORNEONEWS, Pangkalan Lada - Perputaran uang di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mencapai Rp2 miliar dalam sebulan.
Capaian tersebut selain dari transaksi ratusan pedagang di Pasar Niaga IV Sumber Agung, juga berasal dari transaksi sektor perbankan, koperasi dan perkebunan yang terdiri dari kelapa sawit serta karet.
Kepala Desa Sumber Agung, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kobar, Nur Ali mengatakan, pasar Sumber Niaga IV merupakan pusat perekonomian Desa Sumber Agung dan desa sekitarnya. Pasar ini biasanya banyak dikunjungi pembeli dari beberapa desa di sekitar Sumber Agung dan karyawan perusahaan besar swasta (PBS).
"Untuk perputaran uang dari transaksi di saban harinya mencapai ratusan juta rupiah, pembeli juga berdatangan dari karyawan PBS dan sekali turun karyawan PBS bisa mencapai puluhan kendaraan," beber Nur Ali, Rabu (13/4/2016).
Selain itu transaksi keuangan di sektor perbankan juga mendongkrak pertumbuhan perekonomian desa. Ia menyebut ada tiga perbankan yang ada di Sumber Agung, seperti BRI Teras, Mandiri, Koperasi Puspita dan BMT.
Besarnya perputaran uang di Desa Sumber Agung, berdampak pada membaiknya pendapatan perkapita masyarakatnya, untuk sekelas pekerja kasar seperti tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum bidang kebersihan rata-rata berpenghasilan antara Rp1,5 hingga Rp2 juta perbulan.
Sementara untuk sektor perkebunan sawit, penghasilan warganya bisa mencapai Rp4,5 juta perbulan. Dengan perhitungan dalam satu bulan warganya bisa panen hingga mencapai dua kali panen.
"Dalam sebulan bisa hingga dua kali panen dengan hasil hingga Rp4,5 juta, panennya per 15 hari," beber Nur Ali.
Imbuh dia, peningkatan perekonomian desa dan warganya berdampak signifikan pada sumber daya manusia (SDM). Ini terlihat dengan tingkat pendidikan warganya hingga mencapai perguruan tinggi.
Ia berharap, besarnya potensi ekonomi yang berputar di Desa Sumber Agung akan dibarengi peningkatan infrastruktur pasar Niaga IV. "Kita akan tambah beberapa los di bagian belakang pasar," pungkas Nur Ali.
Sementara itu, Sugito petani buah semangka di desa setempat mengatakan kebutuhan konsumsi buah-buahan di Sumber Agung masih terbilang bagus, walau belum bisa sepenuhnya terserap di pasaran lokal ia masih mampu melempar hasil panennya ke luar desa terutama ke Pangkalan Bun.
"Belum bisa terserap seluruhnya, namun bisa kita lempar keluar, inipun sudah lumayan bisa meningkatkan pendapatan keluarga," ujarnya tanpa menyebutkan nilai penghasilannya. (KOKO SULISTYO/m)


