PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Angin puting beliung atau pusaran angin kencang, sangat merugikan bagi kerusakan lingkungan dan bisa memakan korban jiwa. Diwilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) angin puting beliung masih nihil.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara berkala selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng memberikan informasi terkait potensi dan perkembangan cuaca di Kalteng.

Tujuannya agar seluruh Pemprov Kalteng mengimbau masyarakat dapat melakukan antisipasi dan kewaspadaan bencana akibat perubahan cuaca.

Kepala Pelaksana Kalasa Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng Ahmad Toyib menyatakan hal demikian panduan prediksi cuaca bersinergi dengan BMKG untuk melakukan pelaporan cuaca.

"Biasa ada informasi waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang oleh BMKG dan sampai sekarang kalau untuk angin puting beliung wilayah Kalteng masih tidak ada (nihil)," ucapnya, Kamis, 14 September.

Tidak menutup kemungkinan menurutnya, perlu kewaspadaan terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Ia mengutarakan masyarakat juga perlu mewaspadai peristiwa angin puting beliung, terutama pada saat peralihan musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba.

"Walau sampai sekarang kita masih belum ada. Tapi, alangkah baiknya melakukan upaya pencegahan sejak dini. Kedatangan angin puting beliung sulit diprediksi, yang tau untuk itu pihak BMKG," tandasnya. (MARINI/R)