PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - USAID Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene atau USAID IUWASH Tangguh bekerjasama dengan PT Fitrah serta Universitas Sumatera Utara melakukan kajian Penilaian Kerentanan Perubahan Iklim-Sumber Daya Air atau WRCCVA Medan-Binjai-Deli Serdang yang disingkat Mebidang DAS Bingai, Kota Binjai, Sumatera Utara mulai Februari 2023.

Ketua Tim Ahli Profesor Abdul Rauf dengan Anggota tim antara lain Profesor Rahmawaty, Dr Samsuri, Dr Bejo Slamet, dan Dr Rahmanta menjadi tim akademisi dalam kajian ini.

"Seiring dengan program nasional pelayanan air minum aman, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui PDAM Tirtanadi menginisiasi pengembangan pelayanan air minum terpadu yang diberi nama program regionalisasi Mebidang yang akan melayani wilayah Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang," kata salah seorang anggota tim, Profesor Rahmawaty dalam rilisnya kepada Borneonews pada Kamis, 14 September 2023.

Berdasarkan dokumen studi kelayakan, lanjut Prof Rahmawaty, program Mebidang akan memanfaatkan air Sungai Bingai, yang pada tahun 2019 sungai Bingai mempunyai kapasitas debit sekitar 7.000 liter per detik atau lps, sedangkan kebutuhan sumber air baku untuk regionalisasi Mebidang adalah 2.200 lps.

"Rencananya akan mencakup 2 tahap. Tahap pertama direncanakan pada tahun 2021 sekitar 1.100 lps dan selanjutnya pada tahun 2024 kapasitas penuh menjadi 2.200 lps," tutur Prof Rahmawaty lagi.

--page

Prof Rahmawaty menjelaskan bahwa pemanfaatan dan pendistribusian air baku regionalisasi Mebidang sebanyak 1.500 lps akan digunakan oleh Kota Medan, 300 lps oleh Kabupaten Binjai, dan 400 lps oleh Kabupaten Deli Serdang.

"Untuk mengidentifikasi potensi Sungai Bingai sebagai sumber air baku berkelanjutan bagi Mebidang dalam menghadapi perubahan iklim, IUWASH Tangguh bermaksud melakukan penilaian kerentanan terhadap sumber daya air termasuk daerah aliran sungainya dengan konsep menyeluruh," tuturnya lagi.

Saat ini, lanjutnya, program USAID IUWASH Tangguh bekerjasama dengan PT. Fitrah serta Universitas Sumatera Utara sedang melakukan kajian kerentanan sumber daya air di DAS Wampu Sub DAS Bingai, untuk mengetahui keandalan Sub DAS Bingai, sebagai sumber air baku untuk penyediaan air minum regionalisasi Mebidang.

"Upaya penyusunan strategi adaptasi pengelolaan sumber daya air perlu dilakukan dalam upaya untuk mengamankan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas sumber daya air di Sub DAS Bingai. Ketua Tim Ahli Profesor Abdul Rauf dengan Anggota tim Profesor Rahmawaty, Dr Samsuri, Dr Bejo Slamet, dan Dr Rahmanta," terangnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, untuk membahas isu-isu tersebut, USAID IUWASH Tangguh juga mengadakan workshop Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Sumber Daya Air di Sub DAS Bingai, sebagai sumber air baku SPAM Regional Mebidang, yang akan melibatkan para pihak dari daerah terkait di tingkat provinsi dan kabupaten kota pada Rabu, 13 September 2023 di Four Points Medan Jl Gatot Subroto No 395, Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.

--page

Dengan kontak person, Adi Rahman selaku ketua panitia. Kata sambutan oleh Zulfa Ermiza sebagai Regional Manager USAID IUWASH Tangguh Sumatera Utara dilanjutkan dengan pembukaan dari BAPPELITBANG Provinsi Sumatera Utara. Bertindak sebagai MC adalah Heri Simbolon.

Acara ini dihadiri dari berbagai stakeholder di Provinsi Sumatera Utara, termasuk akademisi dari Prodi S2S3 PSL Prof Abdul Rauf selaku Ketua Tim Ahli sekaligus Narasumber dan Prof Rahmawaty sebagai anggota tim ahli.

Pada Tanggal 13 September 2023 mengadakan Workshop Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Sumber Daya Air di Sub DAS Bingai. (TESTI PRISCILLA/J)