BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Bambang Purwanto memastikan kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Sutan Syahrir, Pangkalan Bun yang menutup akses beberapa fasilitas publik, tidak akan dipindah.
"Tetap di sana (Jalan Sutan Syahrir), hanya ada beberapa pengaturan jalur," ujar Bupati Kobar Bambang Purwanto. Rabu (13/4/2016).
Keputusan itu diambil setelah Bupati bersama sejumlah instansi terkait melakukan evaluasi pemindahan kawasan CFD ke tempat lain. Salah satu fasilitas publik yang terganggu oleh CFD ini adalalah RSUD Sultan Imanudin. Terutama saat ada pasien yang segera membutuhkan penanganan medis menjadi terhambat.
Beberapa kasus terjadi, misalnya, dalam keadaan kegawatdaruratan ambulan susah masuk ke dalam area rumah sakit. Begitu pula pasien yang menggunakan mobil pribadi juga sempat kesulitan menembus jalur itu.
Menanggapi kondisi itu, Bupati berjanji bakal menempatkan petugas untuk mengawal dan membukakan akses jalan apabila ada warga yang sakit dan membutuhkan pertolongan medis. "Nanti akan kita tempatkan petugas yang akan menjaga dan mengawal kalau ada warga yang sakit," janji Bambang.
Saat pelaksanaan CFD, petugas Dishubkominfo Kobar akan selalu siaga di setiap titik jalur masuk menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk memberikan pengawalan bagi ambulans.
Sementara Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dishubkominfo Kobar, M Ikhsan mengaku siap melakukan rekayasa jalan dan membukakan jalur kegawatdaruratan menuju rumh sakit.
"Jika ada ambulan masuk, kami akan langsung buka jalur dan memberikan pengawalan agar segera sampai rumah sakit," sebut Ikhsan.
Pengawalan bagi ambulan dilakukan mengingat bertambahnya peserta CFD tiap minggu. Selain itu, Dishubkominfo Kabupaten Kobar sudah menata parkir kendaraan dan para PKL di sekitar lokasi CFD.
Pemilihan lokasi di Jalan Sutan Syahrir bukan tanpa alasan. Selain strategis dan mudah dijangkau masyarakat, jalur tersebut bukan merupakan jalur yang banyak dilalui masyarakat.
"Jalan Sutan Syahrir merupakan komplek perkantoran, jauh dari pemukiman warga, juga mudah untuk melakukan rekayasa jalan," ujarnya.
Opsi lain yang bisa digunakan oleh pihak rumah sakit, dengan membuka akses jalan sebagai jalur darurat seperti Jalan Sudirman dan jalan Sultan Imanuddin di sisi kiri dan kanan rumah sakit itu. (CR-1/m)


