BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya telah diselimuti asap, terutama di pagi hari akibat kebakaran hutan dan lahan. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) juga masuk ke warna merah. Meski demikian, kondisi itu tidak mempengaruhi pulang-pergi alat transportasi udara.
Executive General Manager (EGM) AP (Angkasa Pura) II Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Ardha Wulinagara membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, penerbangan tetap berjalan dengan normal walaupun diselimuti asap yang tidak terlalu tebal.
"Sejauh ini tidak ada ganguan penerbangan, tidak ada pembatalan pesawat penerbangan. Memang kita lihat ada sedikit kabut, tapi itu masih normal. Dalam dunia penerbangan, jarak pandangnya tidak mempengaruhi dan tetap lakukan pendaratan," ucapnya, Sabtu, 16 September 2023.
Ia juga menyampaikan, dalam satu hari, ada 18 penerbangan dengan rute Palangka Raya-Jakarta, Surabaya-Balikpapan. Sedangkan penumpang, sehari jumlah rata-rata kurang lebih 2000 penumpang.
Kemudian untuk keberangkatan, kurang lebih 800 penumpang, dan kedatangan 1.200 penumpang. Dirinya memberitahukan untuk tidak layak terbang disebut irregularity off operation dan jarak pandang terganggu di bawah 1 kilometer.
--page
Dalam hal ini, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi Geofisika (BMKG). "Setiap 1 jam sekali, BMKG mengirimkan report untuk update cuaca di sekitar bandara," tuturnya. (MARINI/Y)









