BANDARA Udara Syamsudin Noor menjadi penyumbang tertinggi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Banjarbaru yang mencapai Rp4,3 miliar.


“Sumbangan PAD dari Bandara Syamsudin Noor ini kami nilai sangat besar,” ujar Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani.


Sumbangan besar itu patut diapresiasi dengan memberikan penghargaan kepada manajemen PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara.


Dia menjelaskan penghargaan itu diberikan karena PT Angkasa Pura I sudah berpartisipasi aktif dalam pembangunan melalui pembayaran pajak yang masuk kas daerah.


“Angkasa Pura aktif membayar pajak dan ketaatan waktunya sesuai ketentuan,” katanya. Penghargaan diserahkan kepada GM PT AP I Bandara Syamsudin Noor, Handy Heryudhitiawan di sela acara penutupan pameran, Selasa (12/4/2016).


“Harapan kami ketaatan PT AP I memenuhi kewajibannya diikuti wajib pajak pihak swasta lain sehingga dananya bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan,” pesannya.


Dia Hendi pun mengapresiasi penghargaan yang diberikan Walikota Banjarbaru itu. “Kami bukan hanya sebagai penyedia jasa angkutan udara, tapi juga berupaya memberikan kontri­busi bagi daerah melalui pembayaran pajak sesuai ketentuan,” ujarnya.


Disebutkan, besaran pajak Rp4,3 miliar meliputi pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) Rp2,1 miliar, retribusi parkir Rp2,1 miliar, dan pajak air tanah Rp100 juta.


Besaran pajak itu akan semakin bertambah jika pembangunan bandara terealisasi karena besaran pajak disesuaikan luas tanah dan bangunan.


“Kami ingin terus memberikan kontribusi dan selalu siap memenuhi kewajiban sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku demi kemajuan pembangun­an,” katanya. (ANT/B-6)