SEBANYAK 500 anak panti asuhan diundang untuk mendoakan kelistrikan PLN wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).
Doa bersama yang dibalut salat hajat dan zikir bersama setelah salat magrib berjamaah itu dilangsungkan di Mesjid Jami Banjarmasin dengan imam Ketua Majlis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Husin Nafarin.
Menurut Manager PT PLN Wilayah Kalselteng Purnomo melalui Asisten Manager Pelayanan Pelanggan dan Administrasi PT PLN Area Banjarmasin Sigit Tri Witjaksono, pelaksanaan doa bersama ini sebagai tanda syukur kondisi kelistrikan mulai normal lagi.
“Kita harus menyukuri kondisi saat ini. Dimana sempat beberapa bulan kelistrikan daerah kita mengalami masalah dan kini sudah normal lagi,” ujar Sigit, Selasa (12/4/2016).
Saat ini kelistrikan Kalselteng sudah tidak kekurangan daya dengan sudah selesainya pemeliharaan PLTU Asam-Asam pada mesin unit 2, sehingga suplai daya kembali ke 222 mega watt (MW).
“Selain itu suplai listrik PLTU Pulang Pisau sekitar 55 MW,” ungkapnya. Kondisi ini ditopang dengan berfungsinya PLTA Riam Kanan, PLTGU Trisakti, dan PLTD Sektor Barito.
Sehingga daya kelistrikan yang tersedia untuk pelanggan mencapai 489 MW. Di mana pemakaian beban puncak hanya 438 MW.
“Jadi kondisi kelistrikan daerah kita masih ada cadangan kelebihan daya 51 MW,” bebernya.
Tapi kondisi kelistrikan Kalselteng katanya bisa saja mendapat gangguan, utamanya karena kondisi alam yang tidak bisa dihindarkan, selain masalah teknis di mesin pembangkit.
“Makanya kita terus waspada dan konsen sekali untuk memastikan kelistrikan agar bisa terus baik, selain usaha, tentunya dengan doa bersama,” paparnya.
Untuk kegiatan salat hajat dan zikir bersama ini, ucap Sigit, PLN mengundang anak panti dari 20 panti asuhan.
“Sebenarnya kita sudah ada kegiatan rutin pengajian agama, jadi sekalian saja kita langsungkan malam ini beserta para anak panti,” tuturnya.
Husin Nafarin dalam ceramahnya menyerukan semua masyarakat bisa selalu mensyukuri nikmat adanya listrik ini, meski kondisinya terkadang ada gangguan.
“Kita bisa membandingkan dulunya daerah kita ini hanya bersinarkan lampu obor, sekarang sangat terang dengan adanya PLN ini dan harus kita syukuri selalu,” pesannya. (ANT/B-6)








