TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Sanggu Nur Setiawan mengungkapkan, awal musim hujan di Kabupaten Barito Timur tahun ini diprakirakan mundur 3 dasarian atau 30 hari dari rata-rata awal musim hujan yang biasanya jatuh pada dasarian I (10 hari pertama) bulan Oktober.

"Prakiraan musim hujan tahun 2023-2024 wilayah Barito Timur dimulai pada dasarian I bulan November 2023, mundur tiga dasarian dari rata-ratanya yang biasa terjadi pada dasarian I bulan Oktober," ujarnya, Sabtu, 16 September 2023.

Kemudian puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari 2024, atau mundur satu bulan dari  rata-rata yang biasanya terjadi pada Desember.

Nur Setiawan menjelaskan, wilayah Barito Timur masuk dalam ZOM KALTENG 11 yang meliputi wilayah Kecamatan Awang, Benua Lima, Dusun Tengah, Dusun Timur, Karusen Janang, Paju Epat, Paku, Patangkep Tutui, Pematang Karau dan Kecamatan Raren Batuah.

"Durasi musim hujan di Barito Timur diprakirakan berlangsung selama 21-22 dasarian atau sekitar 7 bulan, atau dari Nopember 2023 hingga Mei 2024," paparnya.

--page

Karena musim kemarau yang masih berlangsung hingga Oktober, Nur Setiawan mengimbau masyarakat Barito Timur dan stakeholder terkait agar tetap mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

"Dengan kondisi cuaca seperti saat ini, menyebabkan tanah atau lahan menjadi kering dan mudah memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu kami mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi karhutla serta lebih bijak dalam membuka lahan dengan cara membakar," pesannya.

Dia juga berharap instansi terkait mengambil langkah-langkah penyesuaian di sektor pertanian untuk mengatasi kekeringan yang terjadi selama musim kemarau yang masih tersisa sekitar satu setengah bulan lagi. (BOLE MALO/J)