DARI data yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Barito Timur, saat ini sudah terdapat kurang lebih 30% jembatan ren­tang pendek atau panjang 1-5 meter yang sudah diganti konstruksinya menggunakan box culvert. 


Penggantian konstruksi dilakukan supaya pemanfaatannya lebih optimal dan tahan lama, serta menyiasati sulitnya mendapatkan bahan baku kayu ulin dewasa ini.


Menurut Kepala Dinas PU Bartim Sangkurun Alex, saat ini jembatan yang berada di bawah kewenangan kabupaten masih didominasi konstruksi kayu. 


Namun demikian, setiap tahun pihaknya terus berupaya melakukan peningkatan melalui penggantian bahan cor beton ataupun box culvert.


“Program perbaikan jembatan bentang panjang maupun pendek merupakan salah satu prioritas pihak kami. Penggantian konstruksi memakan biaya cukup besar. Kondisi itu menjadikan kami lebih fokus terhadap perbaikannya supaya tetap mampu digunakan bagi kepentingan mobilisasi,” kata Alex, belum lama tadi.


Tahun ini pihaknya telah menyiapkan realisasi program itu. Dalam waktu dekat, pelelangan umum bakal dilaksanakan sehingga proses pengerjaan mampu dilakukan sesuai alur waktu yang ditentukan.


Mengingat penganggaran penggantian konstruksi jembatan memakan anggaran cukup besar. Sementara ini program tersebut hanya bisa dilakukan terhadap jembatan rentang pendek. Jembatan rentang panjang yang memiliki jarak di atas lima meter hanya diprioritaskan perbaikannya seperti penggantian material yang lapuk.


“Meski jembatan masuk salah satu prioritas kami, namun di sisi lain tentu pengerjaan infrastruktur lain seperti jalan dan sebagainya juga tak kalah penting. Kami terus berupaya sebaik mungkin,” tandasnya. 


Sejauh ini warga Bartim terus mengharapkan peningkatan infrastruktur seperti jalan dan jembatan. “Ini penting, dengan adanya jalan dan jembatan yang memadai maka akan melancarkan roda perekonomian masyarakat,” tutur Salundik, warga Ampah. 

(Tbs/B-5)