BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah kegiatan pertama Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM berupa forum discussion group atau FGD pada 6 September 2023 lalu, pada Sabtu, 16 September 2023 tahap kedua telah dilaksanakan.
"Setelah tahap pertama yakni FGD yang dilakukan di Sekretariat Forum DAS Wampu sebagai mitra kegiatan PKM internasional ini dan kelompok nelayan usaha kita serta kelompok nelayan pantai indah dilakukan, kini dilaksanakan kegiatan kedua," kata Ketua Tim PKM, Prof Rahmawaty kepada Borneonews kemarin, Sabtu, 16 September 2023.
Kegiatan PKM skema internasional ini diketuai oleh Prof Rahmawaty dengan anggota Prof Abdul Rauf dan Dr. Arif Nuryawan serta mitra dari University Putra Malaysia, Prof Hasmadi Ismail.
"Dalam kegiatan hari ini tim PKM Internasional USU meninjau lokasi dan berdiskusi serta mewawancarai pengurus inti dari kedua kelompok nelayan tersebut," jelas Prof Rahmawaty.
Kelompok nelayan Pantai Indah, lanjutnya, terletak di Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang dengan potensi wisata mangrove yang akan dikembangkan adalah pemancingan dan kuliner khas seperti ikan udang dan kepiting.
--page
"Sementara kelompok nelayan usaha kita di Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara akan mengembangkan kolam pemancingan dan madu hutan mangrove yang saat ini telah dihasilkan dan dijual, namun belum dikemas dengan baik," tuturnya lagi.
Madu hutan mangrove, lanjut Prof Rahmawaty, dijual dengan harga Rp170.000 per Kg.
"Sehingga dengan adanya kegiatan PKM skema internasional dari USU ini diharapkan dapat membantu kelompok nelayan dalam mengembangkan usaha mangrove mereka," tutur Prof Rahmawaty.
Dalam kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa MBKM dari Prodi Kehutanan USU dan mahasiswa Prodi Pengelolaan SDA dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana USU. (TESTI PRISCILLA/H)









