SELAIN sebagai nelayan, warga Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, juga menekuni profesi sebagai petani.
Khusus profesi terakhir, warga memilih membudidayakan tanaman bawang perai dan cabai.
Pardi, warga Desa Sei Raja, mengatakan bertani bawang perai menjadi salah satu pekerjaan yang saat ini banyak digeluti masyarakat di desanya.
Di samping masa panen yang cepat, permintaanpun pasarpun cukup tinggi. Selain itu, lahan pertanian di Desa Sei Raja masih terhampar luas sehingga sayang bila tidak dimanfaatkan. “Ini termasuk pekerjaan sampingan yang banyak dikerjakan warga di sini bila keadaan laut kurang bersahabat,” tutur Pardi, Rabu (13/4/2016).
Ia melanjutkan, hasil panen bawang dan cabai biasanya tidak dipasarkan di Kota Sukamara, tetapi dikirim ke Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Hal senada juga diakui Murni, pertani bawang di Desa Sei Raja. “Hasil tanaman warga seperti bawang perai dan cabai di Desa Sei Raja ini biasanya langsung dikirim ke Pangkalan Bun karena permintaan dari sana cukup tinggi,” kata Murni.
Menurut dia, harga bawang perai yang dijual ke Pangkalan Bun berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
“Kalau membeli dengan jumlah sedikit biasanya dijual Rp20 ribu per kilogram. Bila membeli dengan jumlah cukup banyak, harga bisa sedikit lebih murah yakni Rp18 ribu per kilogram,” ucapnya.
Menurut dia, penghasilan yang diperoleh dari bertanaman bawang dan cabai lumayan besar. (MG13/B-3)


