BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM skema internasional Universitas Sumatera Utara atau USU di Sekretariat Forum DAS Wampu bertujuan membantu para nelayan untuk dapat mengembangkan usaha mangrove.
Ketua Tim PKM skema internasional, Profesor Rahmawaty dalam rilisnya kepada Borneonews mengatakan kelompok nelayan Pantai Indah terletak di Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
Di daerah ini menurut Prof Rahmawaty kawasannya memiliki potensi wisata mangrove yang akan dikembangkan adalah pemancingan dan kuliner khas seperti ikan udang dan kepiting.
"Sementara kelompok nelayan usaha kita di Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara akan mengembangkan kolam pemancingam dan madu hutan mangrove yang saat ini telah dihasilkan dan dijual, namun belum dikemas dengan baik," tutur Prof Rahmawaty.
Madu hutan mangrove, lanjut Prof Rahmawaty, dijual dengan harga Rp170.000 per Kg. "Sehingga dengan adanya kegiatan PKM skema internasional dari USU ini diharapkan dapat membantu kelompok nelayan dalam mengembangkan usaha mangrove mereka," tutur Prof Rahmawaty.
Dalam kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa MBKM dari Prodi Kehutanan USU dan mahasiswa Prodi Pengelolaan SDA dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana USU. (TESTI PRISCILLA/R)









