PEMKAB Sukamara se­ca­ra bertahap te­rus mem­bangun dan me­ningkatkan kualitas infrastruktur jalan dari arah ibu ko­ta kabupaten menuju daerah keca­mat­an.


Peningkatan kualitas jalan dilakukan untuk memperlan­car arus lalu lintas dan men­dong­krak perekonomian ma­syarakat, baik yang tinggal di perdesaan maupun per­kotaan.


Bupati Sukamara Ahmad Dir­man mengatakan, pada 2015 lalu ada beberapa ruas jalan yang dilakukan peningkatan kualitas. Salah satunya jalan dari Kota Sukamara me­nuju Kecamatan Pantai Lun­ci.


Selain itu, pemerintah ka­bu­paten juga melakukan perbaik­k­an ruas jalan dari Lupu menuju Balai Riam dan jalan dari Muntai menuju Sagu.


“Selain jalan Sukamara–Pantai Lunci, pada 2015 lalu se­jumlah ruas jalan yang juga sudah ditangani di anta­ra­nya, jalan Lupu menuju Ba­lai Riam dari rusak berat sepanjang 6,5 kilometer men­ja­di fungsional dengan agregat kelas B. Lalu jalan Mun­tai ke Sagu dengan capai­an indikatornya dari jalan aspal de­ngan kondisi rusak berat 4,7 kilometer menjadi jalan aspal latasir (lapis tipis aspal pasir) dengan kondisi baik,” kata Ahmad Dirman.


Menurut bupati dua perio­de itu, program dan kegiatan pembangunan jalan di daerah terisolasi mengalami pe­ningkatan bila dibandingkan dengan 2014. Salah satunya pembu­ka­an badan ja­lan sepanjang 3 kilometer dari Desa Karta Mu­lia ke arah Su­karaja.


“Hingga akhir 2015 lalu, ja­lan dalam kondisi  baik men­capai 52,92 kilometer atau 10,32% dari panjang jalan kabupaten yang mencapai 512,9 kilometer,” sebutnya.


Bupati melanjutkan, ada­nya kesepakatan pro­gram mul­tiyears dan kucuran dana dari APBN maupun APBD pada 2015, dapat membantu meningkatkan laju perkembangan pembangunan infrastruktur jalan. Hal itu tentu bisa meningkatkan per­tumbuhan perekonomian masyarakat.


“Seperti jalan dari Ajang menuju Semantun. Sebelumnya jalan dengan permukaan tanah latrit menjadi aspal hotmix sepanjang 6,85 kilome­ter dan masih menyisakan 3 kilometer lagi jalan de­ngan permukaan tanah akan diselesaikan pada 2016,” tuntas Bupati. 

(MG13/B-3)