Harga beberapa sayuran di Pasar Niaga IV Desa Sumber Agung, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), meroket. Gejolak harga di pasar tradisional ini dipicu oleh seretnya pasokan akibat gagal panen di kawasan pertanian khusus holtikultura Desa Terantang dan Kumpai Batu Bawah, Kobar.


Jenis sayuran sawi hijau, misalnya, sebelum musim air pasang hanya berkisar Rp5 ribu, kini mencapai Rp14 ribu per ikat atau setara dengan setengah kilogram. Sementara sawi putih yang semula Rp8 ribu, kini Rp22 ribu per ikat.


“Untungnya, kalau sawi berapa pun peningkatan harganya tetap saja diburu pembeli terutama pedagang bakso dan mie ayam,” kata Muinah, di lapaknya, Pasar Niaga IV, Rabu (13/4/2016).


Memicu yang lain


Tapi, naiknya harga sawi diikuti sayuran lain seperti bayam dan kangkung. Bayam yang semula Rp7 ribu, saat ini Rp12 ribu per ikat. Harga daun bawang (prai) juga melonjak dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. 


Pedagang lainnya, Ny Sabar, juga mengeluhkan harga bawang merah yang melonjak mencapai Rp50 ribu dari sebelumnya Rp25 ribu per kg. Sedangkan cabai, walau sudah turun dari Rp70 ribu, harganya masih tinggi, yaitu Rp50 ribu, karena pada situasi normal hanya Rp20 ribu per kg.


“Bawang merah yang kualitas jelek saja harganya sudah Rp42 ribu per kg,” kata Sabar.


Tetapi untuk harga timun stabil Rp3 ribu per kg, kacang panjang Rp3 ribu per ikat, dan kentang Rp10 ribu per kg. (KK/B-1)