BORNEONEWS, Tamiang Layang - Komunitas Pecinta Satwa Kabupaten Barito Timur turut ambil bagian dalam Festival Hammock III yang diadakan di Tahura Anggrek PAMA Manggram Persada Desa Siong, 15-17 September 2023.
"Kami ingin mensosialisasikan dan mengedukasi pengunjung festival tentang satwa atau binatang liar yang bisa dipelihara serta mengajak untuk mencintai alam dan isinya termasuk hewan yang ada didalamnya," kata Trilianto dari Komunitas Pecinta Satwa Barito Timur, menjelaskan alasan keterlibatan komunitasnya pada Festival Hammock III, Minggu, 17 September 2023.
Dia mengungkapkan, anggota komunitas yang datang pada hari penutupan festival itu berjumlah 8 orang dengan berbagai hewan peliharaan seperti ular piton, ular viper, ular pelangi, buaya, musang, berang-berang, kukang dan iguana.
Pengunjung festival hammock diizinkan memegang maupun berfoto dengan hewan yang dibawa para anggota Bartim Animal Lover, kecuali hewan berbahaya dan mengancam nyawa seperti ular viper yang dibawa Trilianto.
"Dengan mereka bisa menyentuh dan berfoto bersama, kami ingin mengajak masyarakat Barito Timur turut menjaga lingkungan dan alam, kurangi perburuan liar, dan tidak membakar hutan, karena hutan merupakan rumah bagi hewan atau satwa liar," ujarnya.
--page
Pada pembukaan Festival Hammock III, Jumat, 15 September 2023, Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh mengatakan, festival tersebut merupakan langkah nyata dari Pemkab Barito Timur untuk mempromosikan dan memperkenalkan Tahura Anggrek PAMA Manggram Persada di Desa Siong sebagai destinasi wisata unggulan.
Menurutnya, Barito Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi obyek wisata alam, obyek wisata budaya, dan obyek wisata religi.
“Jika dibandingkan dengan daerah lain, Barito Timur tidak kalah dalam potensi pariwisata, hanya saja perlu pengelolaan yang lebih maksimal dan melibatkan semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat,” tuturnya. (BOLE MALO/J)









