PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Laboratorium Lingkungan Hidup Palangka Raya, Ahmad Riadi menyebutkan, kualitas udara di kota setempat masih tidak sehat meskipun asap mulai menipis.

"Kami imbau tetap pakai masker karena kita ini udaranya masih kualitas sedang, belum sehat dan beda-beda tiap kecamatan," katanya, Senin, 18 September 2023.

Ia mengungkapkan saat ini Kota Palangka Raya hanya memiliki satu stasiun pemantau kualitas udara yang berada di Kecamatan Jekan Raya, sehingga yang terpantau hanya di Kecamatan itu saja.

"Idealnya stasiun itu bukan hanya ada satu karena kan sangat luas harusnya lebih dari satu, sehingga kualitas udara sudah bisa kita representasikan secara keseluruhan," tuturnya.

Dengan adanya keterbatasan tersebut membuat DLH Kota Palangka Raya terus menghimbau masyarakat untuk mendownload aplikasi ISPUnet.

--page

"Tetapi kita juga sudah berusaha mengusulkan kepada Kementerian Kementerian LHK untuk menambah stasiun pemantau kualitas udara, atau kalau bisa ada stasiun mobile," pungkasnya. (HENDRI/J)