BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walau masih belum mendapatkan titik terang penyebab tewasnya Ali Jasimin, 46,

namun polisi masih terus melakukan penyelidikan agar misteri ini segera terungkap.


Kapolsek Pangkalan Banteng Ipda Imam Sahrofi, Kamis (14/4/2016) menjelaskan untuk menguak misteri kematian warga RT 8 RW 2 Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) di dalam sumur yang berada di kebun milik korban di Kecamatan Pangkalan Banteng, pihaknya sudah mengambil keterangan dari tiga saksi yang merupakan orang terdekat dari korban.


"Dua saksi adalah tetangga korban yang diminta istri korban untuk melakukan pencarian, dan satu lagi adalah anak perempuan korban yang berusia sekitar 15 tahun," jelas Kapolsek.


Dari beberapa kesaksian, lanjut Kapolsek, didapatkan informasi bahwa pada 7 April atau hari ditemukannya korban dalam kondisi tewas, yang bersangkutan tidak pulang ke rumah selepas Maghrib. Karena itulah sang istri meminta tolong kepada tetangganya untuk melakukan pencarian. 


"Saat itu ada dua tetangga korban yang melakukan pencarian. Semua sudut di kebun milik korban diperiksa dan akhirnya korban ditemukan dalam keadaan tewas di dalam sumur. Karena saat pencarian, kedua tetangga tersebut mencoba menengok ke dalam sumur dan mengarahkan senternya," jelasnya.


Kemudian, lanjut Kapolsek, dari keterangan anak korban, diketahui biasanya selepas bekerja di kebun dan kemudian shalat Ashar korban sudah pulang ke rumahnya. (WAHYU KRIDA/m)