BORNEONEWS, Muara Teweh – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KBP3A) Kabupaten Barito Utara, Silas Patiung mengatakan Rembuk Stunting untuk menemukan adanya indikasi kasus Stunting yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Barito Utara.
“5 sasaran kasus stanting ini antara lain, calon pengantin, Ibu Hamil, Ibu pasca melahirkan (Ibu Nifas), Bayi dibawah umur dua tahun (BADUTA) dan Bayi di bawah lima tahun (BALITA) dan agar dapat segera mendapatkan penanganan dari Tim Pakar dan membangun koordinasi, sinergitas dan komitmen bersama lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan Stunting di Kabupaten Barito Utara,” kata Silas, Selasa 19 Sepet 2023.
Dalam kegiatan tersebut diikuti peserta dari anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Barito Utara dan tim tingkat kecamatan serta tingkat desa/kelurahan, dengan total keseluruhan peserta berjumlah 100 orang.
Dalam kegiatan ini, jelas Silas, narasumber yaitu Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Kandungan, Dokter Spesialis Gizi dan Psikolog.
Dalam rembuk stunting ini hasil diharapkan dengan terlaksananya Rembuk Stunting yaitu dapat terbangunnya koordinasi, sinergitas dan komitmen bersama lintas sector dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Barito Utara, dan mendapatkan rekomendasi tindak lanjut dari Tim Pakar dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barito Utara.
“ Nantinya diharapkan angka prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Barito Utara dapat menurun dan pada akhirnya tidak ditemukannya kasus stunting (Zero stunting) atau bebas stunting di Kabupaten Barito Utara,” katanya. (RAMADHANI/R)









