BORNEONEWS, Sampit - Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada tahun ini sejumlah daerah di Indonesia bakal dilanda munculnya fenomena El Nino, atau fenomena meningkatnya suhu muka laut. Femonena ini menyebabkan kemarau panjang yang diprediksi mulai terjadi pada Mei-Juni 2016.


Menyikapi hal itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit, Kabupaten Kotim, mengatakan akan melakukan berbagai persiapan antisipasi dan langkah konkrit dalam mengatasi krisis air baku.


“Upaya menghadapi kemarau panjang yang diprediksi BMKG ini, tidak beda dengan krisis air bersih di tahun sebelumnya. Artinya antisipasi dalam mengatasi stok air baku tetap kami lakukan,” kata Direktur PDAM Sampit Firdaus Herman Ranggan, saat dihubungi, Kamis (14/4/2016).


Menurutnya, saat terjadi kemarau dan sulitnya mendapatkan air bersih, PDAM tetap berkomitmen melayani kebutuhan air bersih bagi warga. Masyarakat yang mengalami kekeringan dapat meminta bantuan tangki air bersih melalui laporan ke kantor kelurahan maupun kecamatan masing-masing.


“Seperti tahun kemarin, kami akan secepatnya mengirim bantuan setelah mendapat rekomendasi dari instansi terkait,” jelas dia.


Firdaus juga mengimbau warga yang merupakan pelanggan PDAM agar menghemat air sebagai bentuk antisipasi musim kemarau tahun ini. Selain itu juga mempersiapkan tempat penampungan air guna menjaga dari kekurangan air bersih.


Saat ini iklim sulit diprediksi, melakukan penghematan penggunaan air bersih sangat penting bagi masyarakat sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi musim kemarau.


“Meski sekarang sudah ada kemudahan untuk mendapatkan air bersih dan air minum seperti air isi ulang, namun kita juga tetap menghimbau untuk senantiasa menghemat air bersih. Karena air merupakan kebutuhan yang penting dalam hidup kita,” kata Firdaus. (RIFQI/m)