PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walaupun saat ini masih dalam kondisi musim kemarau, namun beberapa hari belakangan dan kedepan, kemungkinan turunnya hujan masih terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya.

Kepala BMKG Station Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun Aqil Ihsan, Rabu, 20 September 2023 menjelaskan hal ini terjadi lantaran adanya fenomena cuaca Madden Julian Oscillation (MJO).

"MJO merupakan aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis yang dapat dikenali berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik yang biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari," jelasnya.

Menurut Aqil Ihsan, saat ini fenomena  MJO masih aktif di wilayah Indonesia. "Namun gelombang rosby juga masih aktif di sekitar wilayah Kalimantan hingga menimbulkan  perlambatan angin 3000 feet di atas wilayah Kobar dan sekitarnya serta kelembapan udara pada lapisan 850-500 hPa yang tinggi,menyebabkan satu sampai tiga hari kedepan Kabupaten  Kobar dan sekitarnya masih berpotensi hujan pada siang menjelang sore," jelas Aqil Ihsan.

Kemudian untuk beberapa hari selanjutnya, gelombang rosby sudah tidak aktif lagi serta kelembapan udara yang rendah pada lapisan 850 hPa ke atas menyebabkan sulitnya pembentukan awan – awan hujan.

"Sehingga cuaca cenderung cerah berawan pada hari-hari selanjutnya. Kabupaten Lamandau diprakirakan memasuki musim hujan pada Bulan Oktober dasarian II pada  pertengahan Oktober, Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Barat memasuki musim hujan pada Bulan November dasarian II pada pertengahan November," jelasnya.

--page

Selanjutnya awal musim hujan ditentukan berdasarkan jumlah curah hujan pada suatu dasarian lebih besar sama dengan 50 mm.

"Kemudian diikuti pada 2 dasarian berikutnya atau, jumlah curah hujan selama 3 dasarian berturut-turut tersebut lebih besar atau sama dengan 150 mm," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)