PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walaupun anggota Damkar Kotawaringin  Barat (Kobar) sempat berhasil memadamkan api yang membakar bagian blower di lokasi pabrik PT. Korindo Ariabima Sari,  Jalan Abdul Ancis, RT 11, Kelurahan Mendawai, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis dini hari, 21 September 2023, namun beberapa jam kemudian api kembali muncul lagi di lokasi tersebut.

Kepala Bidang Damkar Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Kobar Dwi Agus Suhartono menjelaskan pasca menerima  laporan masyarakat mengenai peristiwa tersebut, anggota damkar tiba dilokasi kebakaran sekitar pukul 01.10 WIB.

"Proses pemadaman dilakukan oleh anggota Damkar bersama, BPBD Kobar dan anggota relawan balakar dan api bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB. Bagian yang terbakar adalah blower di pabrik tersebut, untuk penyebab pasti masih kami cari informasinya," jelas Dwi Agus Suhartono.

Dwi Agus Suhartono menjelaskan, setelah melakukan pendinginan lokasi kebakaran dan mengecek tidak ada lagi api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan pihak damkar kemudian bergerak kembali ke markas.

Lokasi kebakaran yang terjadi di PT. Korindo Ariabima Sari berdasarkan pantauan melalui drone, Kamis , 21 September 2023.
Lokasi kebakaran yang terjadi di PT. Korindo Ariabima Sari berdasarkan pantauan melalui drone, Kamis , 21 September 2023.

"Namun ternyata sekitar pukul 05.00 WIB, kami kembali menerima laporan bahwa ada lagi api yang muncul di lokasi kebakaran tersebut, sehingga kami harus kembali lagi ke lokasi untuk melakukan pemadaman," jelas Dwi Agus Suhartono.

--page

Dwi Agus Suhartono menjelaskan, hingga pukul 08.00 WIB pihaknya masih berada dilokasi untuk melakukan pengecekan ulang dan memastikan lagi api tidak kembali muncul.

"Sedangkan informasi korban luka berdasarkan data sementara ada 3 orang. Untuk identitas korban dan tingkat keparahan lukanya, kami masih belum mendapatkan data, lantaran masih fokus memastikan api tidak kembali muncul dibekas kebakaran," jelas Dwi Agus Suhartono. (WAHYU KRIDA/J)