BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis mengatakan bahwa dilaksanakannya kegiatan Lokakarya Istilah Bahasa Daerah Tahun 2023 merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan Bahasa Indonesia dengan cara mengusulkan istilah-istilah dari Bahasa Daerah.
"Dengan menghadirkan 20 pegiat dan ahli bahasa kami berkumpul dalam rangka pengembangan dan pengayaan bahasa Indonesia melalui pengusulan istilah dari bahasa daerah," kata Muis kepada Borneonews pada Kamis, 21 September 2023.
Memang Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Lokakarya Istilah Bahasa Daerah Tahun 2023 yang berlangsung di Hotel Grand Global, Palangka Raya, mulai tanggal 18 September hingga 22 September 2023 mendatang.
"Dengan kehadiran 20 pegiat dan ahli bahasa, kita memiliki potensi besar untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya linguistik daerah kita," tutur Muis.
Kegiatan ini, lanjut Muis, membahas tujuh bahasa daerah yang sangat berharga bagi identitas Kalimantan Tengah.
--page
"Tujuh bahasa yang sangat berharga bagi identitas Kalimantan Tengah kita, yaitu Bahasa Dayak Taboyan, Maanyan, Lawangan, Dusun, Katingan, Tamuan, dan Delang," jelas Muis.
Dalam bahasa-bahasa ini menurutnya terdapat warisan budaya yang kaya dan unik.
"Melalui lokakarya ini, kita dapat menggali istilah-istilah yang akan memperkaya bahasa Indonesia," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









