KABAR kurang sedap datang dari pembalap Tim Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, jelang seri ketiga Formula 1 di Sirkuit Shanghai, Tingkok, Minggu (17/4/2016). Pembalap ber­usia 23 tahun itu terancam didepak dari tim asal Inggris itu lebih cepat bila gagal melunasi si­sa pembayaran dana operasio­nal.


Seperti diberitakan, batas akhir pelunasan sisa pembayaran dana operasional Rio Haryanto ke­pada Manor Racing adalah akhir Mei 2016.


Andai tidak lunas hingga batas waktu yang ditentukan, pembalap asal Solo tersebut terancam batal mengikuti seluruh seri F1 musim ini. 

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olah­ra­ga Kemenpora Gatot S Dewa Broto menga­ta­kan, sisa dana yang belum dibayar Rio Haryanto mencapai angka €9,75 juta (sekitar Rp146 miliar). 


“Kalau sampai akhir Mei tidak tercapai, mungkin Rio hanya bisa mengikuti setengah musim, mung­kin 10 seri. Kami berusaha kalau bisa sam­pai akhir di Seri Abu Dhabi,” kata Gatot.


Untuk bisa turun menggunakan mobil MRT05 bersama tim Manor, Rio harus merogoh koceh sebesar €15 juta atau setara Rp227,1 miliar kepada Manor dan harus diakui bahwa angka itu jelas merupakan jumlah yang fantastis. Uang tersebut nantinya akan digunakan untuk membiayai semua kebutuhan Rio disepanjang mu­sim balap GP F1 2016.


Pihak Rio menyanggupi untuk melunasi­nya setelah menjalani tiga kali balapan. Namun hing­ga kini, PT Kiky Sports selaku manajemen baru menyetor dana €5,25 juta.


Gatot mengatakan, sejauh ini memang sudah ada tambahan dana dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebesar Rp5 miliar. Namun menurut Gatot, jumlahnya masih jauh dari harapan. “Kami akui masih ada kendala dana soal Rio Haryanto,” kata Gatot. (Ant/B-5)