BORNEONEWS, Nanga Bulik - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamandau menandatangani komitmen bersama ciptakan Pemilu damai 2024. Penandatanganan tersebut dilakukan Ketua Bawaslu Lamandau, Yustedi bersama sejumlah peserta Pemilu dan seluruh stakeholder di daerah setempat.
Yustedi mengatakan, gelaran Pemilu pada 2019 menjadi pelajaran berharga dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu. Pasalnya terjadinya eskalasi ujaran kebencian dan rasisme di media sosial saat Pemilu 2019 meningkat drastis.
“Semoga (Pemilu 2024) tidak terjadi demikian. Untuk itu Bawaslu sudah mulai melakukan pendekatan, Pemilu itu seharusnya adu gagasan dan menghormati pendapat khalayak,” kata Yustedi di Nanga Bulik, Sabtu, 23 September 2023.
Kepada instansi terkait, lanjut Yustedi, berharap agar terus mendeteksi adanya upaya penyebaran hoaks maupun ujaran kebencian melalui media sosial dan bertindak cepat serta menurunkan postingan ujaran kebencian dan rasisme di berbagai platform media sosial tersebut.
“Teman-teman sudah saatnya menyadari bahwa kebebasan berbicara dibatasi dengan kebebasan orang lain untuk menikmati Pemilu aman dan damai tidak penuh hate speech,” tegasnya.
Diketahui, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengajak jajaran Bawaslu untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian melalui kampanye mereka yang berjudul Social Media 4 Peace.
--page
Saat ini hingga akhir tahapan Pemilu, kata Yustedi, ujaran kebencian, disinformasi, dan konten menghasut yang tersebar secara online berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap Pemilu dan memfasilitasi kekerasan di dunia nyata.
“Social Media for Peace memiliki dua tujuan yang pertama adalah mempromosikan narasi kedamaian di media sosial dan mengembangkan inovasi untuk menangkal ujaran kebencian dan hoaks,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/R)









