BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Pasca terjadinya aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di PT. Hamparan Massawit Bangun Persada (HMBP) 1 Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, ratusan karyawan perusahaan sawit itu terpaksa harus dievakuasi dan mengungsi.
Seperti pada Jumat, 22 September 2023, sekitar pukul 15.30 WIB, Polsek Danau Sembuluh melakukan evakuasi terhadap para karyawan dari Afdeling 9, Afdeling 10, Afdeling 11, dan Afdeling 12.
Mereka harus mengungsi di Lapangan Sepak Bola Desa Tabiku dan aula Desa Tabiku, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan.
Berdasarkan data sementara, ada sekitar 350 karyawan dari berbagai Afdeling di PT. HMBP 1 telah dievakuasi dari perusahaan tempat mereka bekerja.
Namun, jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah karena masih ada karyawan yang memilih bertahan di dalam perkebunan perusahaan.
--page
Kapolres Seruyan AKBP Ampi Mesias Von Bulow, melalui Kapolsek Danau Sembuluh, Iptu Suyoto mengatakan, untuk membantu para karyawan di pengungsian, Pemerintah Desa Tabiku telah mendirikan dapur umum, meskipun persediaan bahan makanan masih terbatas.
“Polsek Danau Sembuluh terus memberikan pengamanan dan pendampingan termasuk mengimbau para karyawan yang mengungsi di Desa Tabiku agar tetap tenang dan kami siap memberikan rasa aman kepada masyarakat,“ katanya, Sabtu, 23 September 2023 .
Imbauan selalu disampaikan agar situasi Kamtibmas berjalan kondusif serta memastikan keamanan di wilayah hukum Polsek Danau Sembuluh tetap terjaga.
“Langkah untuk melakukan evakuasi terhadap para karyawan, merupakan tekad dan dedikasi kami jajaran Polsek Danau Sembuluh dalam melindungi dan melayani masyarakat,“ tandasnya. (FAHRUL/J)









