KELOMPOK tani di wilayah pesisir berharap Pemerintah Kabupaten Sukamara memberikan bantuan mesin perontok padi. Keberadaan mesin itu dibutuhkan untuk menjaga mutu padi supaya menghasilkan beras berkualitas.
M Saini, Ketua Kelompok Tani di Desa Sei Bundung, Kecamatan Jelai, menuturkan bahwa saat musim panen padi tiba, banyak petani yang terkendala dalam proses perontakan padi. Hal itu disebabkan keterbatasan tenaga yang dimiliki. Akibatnya, sebagian padi mengalami kerusakan.
“Karena terlalu lama menunggu proses perontokan yang dikerjakan secara manual, padinya jadi lembab. Jadi jika ada bantuan mesin perontok setidaknya pekerjaan petani akan lebih cepat,” ujar dia, Kamis (14/4/2016).
Oleh sebab itu, Saini berharap Pemkab Sukamara melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) dapat memenuhi keinginan petani.
Ia melanjutkan, proses perontokan bulir padi menggunakan mesin lebih efektif bila dibandingkan dengan cara manual yang selama ini digunakan petani. Mesin perontok juga dapat meringankan beban petani dan mempercepat masa panen.
“Tahun ini panennya melimpah, karena kekurangan tenaga dan cara panen masih manual, banyak padi yang tidak sempat dipanen karena sudah rontok ke tanah” kata dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukamara Windu Subagio, mengatakan bahwa untuk menjaga kualitas padi yang dihasilkan petani, memang diperlukan alat canggih, seperti mesin perontok bulir padi.
Untuk itu, ia berjanji akan memperjuangkan adanya bantuan alat atau mesin perontok supaya masa panen bisa lebih cepat dan tidak ada lagi padi yang rontok ke tanah akibat terlambat dipanen. “Ini memang perlu, apalagi panen kali ini melimpah, nanti kita akan koordinasikan dengan dinas terkait,” ucapnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati mengatakan bahwa lumbung padi di Kabupaten Sukamara saat ini terpusat wilayah pesisir, khususnya Kecamatan Pantai Lunci dan Jelai.
“Kami sangat berterima kasih kepada para petani yang ada di dua kecamatan tersebut. Untuk itu kami berjanji akan terus melakukan pembenahan dan pemetaan terhadap lahan pertanian untuk hasil yang lebih baik.”
Menurut dia, dengan melakukan pemetaan yang akurat akan diketahui kekurangan atau permasalahan yang dihadapi para petani di lapangan, baik mengenai lahan, pengairan (irigasi), maupun pascapanen. Sehingga bisa dicarikan solusinya. (MG13/B-3)


