BORNEONEWS, Palangka Raya - Suasana seru tampak dalam kegiatan Seminar Bahasa Isyarat Indonesia oleh Asian Medical Students Association atau AMSA, Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya yang digelar di SMAN 5 Palangka Raya kemarin.
Hal ini tertuang dalam rilis pers yang dikirimkan SMAN 5 Palangka Raya kepada Borneonews pada Minggu, 24 September 2023.
Narasumber pertama, dokter Satria Saputra, memaparkan sekaligus mengajak bertanya jawab dengan para siswa tentang fisiologi pendengaran. Ia mengajak siswa mensyukuri kesempurnaan dan keistimewaan pendengaran yang dimiliki dan mengingatkan bahwa pendengaran harus digunakan dengan baik untuk hal-hal yang baik pula.
Tanya jawab pun berlangsung penuh minat ingin tahu. Narasumber pun dengan senang hati memfasilitasi siswa yang bersemangat memperoleh pengalaman dan pengetahuan dari kegiatan ini.
Narasumber kedua, Ipan Dwi Nata langsung mengajak siswa mengenal dan menggunakan bahasa isyarat. Secara sederhana siswa diajak mempraktikkan dengan gerakan isyarat untuk menjalin komunikasi. Ini sangat menarik dan mengundang antusiasme siswa. Mereka tampaknya cepat memahami dan bisa mempraktikkkannya meski untuk berkomunikasi yang masih sangat sederhana dan umum.
--page
Keseruan seminar pun dilengkapi dengan kuis tebak kata, makna, dan gaya yang dipandu panitia dan diperagakan para siswa. Ada yang gugur setelah beradu kebolehan dan tentu ada juga yang menjadi pemenang.
Kepala sekolah, M Ramli diwakili Wakasek Humas dan Publikasi, Lukman Juhara memberikan apresiasi pada pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada Fakultas Kedokteran UPR yang berkenan menggelar seminar Bahasa Isyarat yang didahului gelar cek kesehatan gratis untuk para siswa dan guru," tutur Lukman. (TESTI PRISCILLA/H)









