SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperpanjang.

"Setelah rapat banyak masukkan tentunya tetap di tiga hal yang kita cermati prakiraan cuaca dan sebaran hot spot dari BMKG, Dinas Lingkungan Hidup terkait ISPU, dan Dinas Kesehatan terkait ISPA," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim Multazam, Senin, 25 September 2023.

BPBD Kotim menggelar rapat lintas sektor di Gedung Pusdalops, Senin, 25 September 2023, setelah 14 hari status tanggap darurat bencana karhutla berakhir.

"Dinyatakan semua tren tiga paparan tersebut naik. Tetapi paparan BMKG tentu lebih menguat karena 4 hari ke depan diprediksi masih panas," ujarnya.

Dia melanjutkan, cuaca diprakirakan cerah tidak ada hujan. Berdasarkan paparan BMKG, Stasiun Meteorologi Bandara Haji Asan Sampit, musim hujan dimulai Oktober minggu kedua di wilayah utara.

--page

Rapat evaluasi tersebut menghasilkan kesimpulan 2 pilihan yakni perpanjangan status tanggap darurat karhutla selama 7 hari, 26 September 2023 hingga 2 Oktober 2023 atau perpanjangan status tanggap darurat karhutla selama 14 hari, 26 September 2023 hingga 9 Oktober 2023.

"Ada dua pilihan perpanjangan 7 hari atau 14 hari, nanti kami sampaikan kepada pimpinan. Karena Bupati berhalangan hadir. Tentunya hasil keputusan ini menjadi bagian penting untuk beliau mengambil keputusan," tutupnya.

Perpanjangan status tanggap darurat karhutla akan menggunakan dana BTT yang akan diusulkan kembali. Pihaknya berharap, itu mampu untuk membiayai selama 7 atau 14 hari.

Diketahui, sebelumnya Kotim ditetapkan status tanggap darurat bencana karhutla selama 14 hari, Senin, 11 September 2023. Status tersebut berakhir dan akan dilakukan perpanjangan. (DEWI PATMALASARI/Y)