BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Ahmad Toyib mengajak pemerintah di kabupaten dan kota melalui instansi terkaitnya meningkatkan patroli Karhutla.
“Agar instansi terkait Kabupaten/Kota menggiatkan patroli pencegahan Karhutla, sosialisasi dan segera lakukan pemadaman Karhutla,” ungkapnya, Senin, 25 September 2023.
Selain itu, ia berharap agar Kabupaten/Kota bisa memberikan perhatian lebih untuk mengalokasikan anggaran pencegahan dan penanganan Karhutla dan potensi bencana lainnya.
“Mari kita bersama-sama mencegah penyebaran dan perluasan Karhutla," pungkasnya.
Seperti diketahui, Karhutla masih menjadi salah satu bencana masif yang telah terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng.
--page
Data update 24 September 2023 menunjukan jumlah kejadian Karhutla sudah mencapai 2740 kasus, jumlah tersebut tersebar dari di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 232 kejadian, Barito Timur 37 kejadian, Barito Utara 138 kejadian, Gunung Mas 17 kejadian.
Kemudian, Kapuas 352, Katingan 156 kejadian, Palangka Raya 478 kejadian, Kotawaringin Barat 118 kejadian, Kotawaringin Timur 407 kejadian.
Selanjutnya, Lamandau 20 kejadian, Murung Raya 15 kejadian, Pulang Pisau 358 kejadian, Seruyan 235 kejadian, dan Sukamara 86 kejadian. (HERMAWAN DP/H)









