BORNEONEWS, Sampit - Warga pedalaman cukup rentan terhadap penyakit gizi buruk karena pola hidup kurang memenuhi standar kesehatan. Beragam penyakit rentan muncul, khususnya pada anak. Akibat penyakit itu menyebabkan anak kekurangan gizi dan jatuh pada kasus gizi buruk.


Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur Cici Desylia meminta pemkab setempat melalui Dinas Kesehatan harus serius dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang rentan kasus gizi buruk.


“Kami meminta Dinkes rutin turun melakukan evaluasi tingkat kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan dan asupan gizi terhadap anak-anak di daerah ini, terutama di wilayah pedalaman harus lebih ditingkatkan,” kata dia, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/4/2016).


Menurut srikandi DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan itu, pekerjaan besar pemerintah bukan saja melihat keselematan ibu dan anak ketika melahirkan, tetapi juga melihat aspek kesanggupan masyarakat menyiapkan pangan bagi keluarga mereka.


Karena itu, dia mengharapkan pemkab terus fokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Anak-anak sebagai generasi penerus di Kabupaten Kotim perlu mendapat gizi yang baik guna pertumbuhan otak dan fisik mereka.


Lebih lanjut Cici juga mengusulkan agar program dan anggaran peningatan kesehatan masyarakat, terutama terkait pemenuhan gizi untuk mencegah kasus gizi buruk perlu dievaluasi. Sehingga bisa diketahui apakah program yang ada dengan anggaran yang tersedia memadai untuk penaggulangan kesehatan masyarakat.


“Apabila dirasa kurang, DPRD bersama pemkab setempat bisa menambah alokasi anggarannya,” cetus dia. (RIFQI/m)