BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap menyelimuti Kota Palangka Raya. Bahkan kondisi tersebut terjadi sejak terbitnya matahari pagi, hingga sore hari. Hal itu tentunta berdampak menutupi jarak pandang dan juga menganggu kesehatan.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan BorneoNews, meskipun kabut asap di Kota Cantik cukup tebal, namun beberapa masyarakat menyatakan enggan menggunakan masker, dengan alasan lebih sesak dalam bernafas.
"Saya lebih enak tidak pakai masker, memang bau asapnya tercium dan lumayan berat kalau bernafas, tapi bagi saya sudah cukup kita menggunakan masker saat pandemi Covid - 19," ujar warga sekitar Ayu, Rabu 27 September 2023.
Lebih lanjut wanita yang berprofesi sebagai waiters ini mengungkapkan, apabila kabut asap memang tebal dan sudah terasa sesak bernafas, barulah dirinya kemungkinan menggunakan masker.
Ditempat sama rekan Ayu Erni juga mengatakan enggan menggunakan masker. Karena menggunakan masker membuatnya merasa tidak leluasa dalam bernafas terlebih pada saat bekerja.
--page
"Kalau pakai masker kan cantik dan imut saya tidak kelihatan oleh pelanggan, jadi untuk sementara gak dulu deh pakai masker akunya," ungkapnya sambil senyum - senyum bercanda.
Meskipun begitu, pihak Dinas Kesehatan Palangka Raya meminta agar masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Demi terhindar dari penyakit ISPA atau gangguan pernafasan lainya akibat asap.(PATHUR/H)









