| BORNEONEWS - Banjarmasin: Juhriah, 45 tahun, mendadak gusar mendengar suara ledakan diikuti percikan api di sisi kiri sayap pesawat Kalstar tipe ATR 72-500. Ledakan terjadi lima menit setelah pesawat lepas landas dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Asap sangit pun seketika membekap dalam kabin pesawat. "Sudah tinggi, enggak berani melihat. Tahu-tahu semua sudah panik," kata Juriah saat ditemui awka media di Rumah Sakit Siaga Banjarmasin, Jumat 15 April 2016. Akibat peristiwa mengerikan di tengah ketinggian itu, Juriah cuma bisa komat-kamit merapal doa seraya meneteskan air mata. Ia berharap Tuhan menyelamatkan nyawa penumpang. Menurut dia, ledakan kecil itu membuat badan pesawat tidak stabil akibat mesin sisi kiri mati. Pramugari sempat meminta penumpang tenang dan meyakinkan mereka akan selamat. sebelum mendarat kembali ke Syamsudin Noor, pesawat berputar-putar dengan bergantung pada mesin sayap sisi kanan. "Pesawat terasa oleng. setelah mendarat, pramugari meminta penumpang melompat lewat pintu darurat," kata Juriah. Lompatan ini membuat kakinya terkilir dan mesti dirawat sejenak di RS Siaga. General Manajer PT Angkasa Pura I Cabang Syamsudin Noor, Handy Heryuditiawan, menuturkan pesawat maskapai Kalstar nomor penerbangan KLS 931 dengan rute Banjarmasin (BDJ) ke Kotabaru (KBU) , Kalimantan Selatan, mengalami kebakaran mesin pada sayap sisi kiri. Sayap kiri pesawat yang mengangkut 34 penumpang itu, diketahui meledak setelah lima menit lepas landas dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Pesawat Kalstar sejatinya cuma transit di Syamsudin Noor, setelah terbang dari Bandara H. Asan, Sampit (SMQ), Kalimantan Tengah. Tiba di Syamsudin Noor pukul 11.30 wita, pesawat melanjutkan penerbangan ke Kotabaru pada pukul 11.52 wita. Tak lama setelah mengudara, pilot Richard J.G meminta kembali ke bandara setelah sayap kiri mengeluarkan percikan api. “Ada engine fire, sesuai prosedur pilot harus return to base (RTB). KNKT akan datang menyelidiki penyebabnya (sumber api),” ujar Handy. Meski sedang mengudara, pilot terpaksa mematikan mesin yang terbakar. Mendapat permintaan RTB, petugas ground handling Kalstar, Angkasa Pura, dan petugas Lanud Syamsudin Noor bergegas merapat ke runaway 10 untuk memadamkan mesin dan evakuasi penumpang beserta awak pesawat. Sekitar pukul 12.10 wita, pesawat ditarik ke apron 8 Bandara Syamsudin Noor. “Empat orang penumpang mengalami schok saja, sudah dibawa ke Rumah Sakit Siaga. Enggak ada yang cidera serius,” kata Handy. (Dian/*) | |||||
Sayap Kalstar Meledak dan Terbakar: Begini Kisah Penumpang
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Polsek Pahandut Amankan Pria Mengaku Anggota BPK Minta Sumbangan di Palangka Raya
Polres Lamandau Sita 705 Gram Sabu dan 400 Pil Ekstasi, Terduga Kurir Diamankan
KPK Periksa Direktur L&G Insurance Broker Sebagai Saksi Kasus Jasindo
Polres Lamandau Tangani 3 Kasus Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 7,3 Hektare
Komentar (0)
Memuat komentar…







