Tim gabungan siaga darurat banjir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berlatih di Sungai Mentaya Sampit supaya lebih sigap dalam menggunakan peralatan. 


“Kami memeriksa kembali kesiapan peralatan seperti perahu karet, untuk memastikan bahwa semua siap digunakan ketika dibutuhkan. Sekalian, kami latihan bersama, saling berbagi ilmu bersama tim siaga darurat banjir,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Sutoyo di kantornya, Kamis (15/4/2016).


Selain personel dari BPBD, sejumlah instansi terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Badan SAR Nasional, Palang Merah Indonesia, Sentra Komunikasi Mitra Polri, dan Badan Lingkungan Hidup. Kegiatan lebih banyak pada latihan penguasaan perahu karet untuk kesiagaan evakuasi korban banjir maupun kecelakan air. Setidaknya ada 37 personel terlibat dalam latihan ini. 


Dua perahu karet terlihat diturunkan dalam latihan singkat yang digelar sejak pagi hingga siang. Harapannya, tim makin kompak dan semua personel menguasai teknik dan penggunaan peralatan evakuasi serta penanggulangan bencana dengan benar dan tepat.


Kotim saat ini masih siaga bencana banjir. Apalagi berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika setempat, puncak musim hujan periode ini terjadi pada April ini sehingga harus diwaspadai terjadinya banjir. 


“Makanya kami diperintahkan selalu siap siaga. Daerah rawan banjir yaitu di kawasan utara seperti Parenggean, Mentaya Hulu, Cempaga Hulu, Kotabesi dan sekitarnya,` katanya.


Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada karena curah hujan April ini diprediksi masih tinggi yakni antara 300 sampai 400 milimeter.  “Masyarakat di perkotaan juga diimbau membersihkan saluran drainase atau parit agar tidak memicu genangan saat hujan deras,” harap Sutoyo.


Ia menegaskan, meski peralatan yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur masih terbatas, namun pihaknya bersama instansi terkait selalu siap siaga menanggulangi bencana. Upaya ini juga harus didukung semua pihak agar hasilnya bisa lebih maksimal.


Koordinator Pos SAR Sampit, Suprapto menyambut positif latihan gabungan ini. Dia sepakat bahwa koordinasi antarinstansi harus ditingkatkan agar upaya pencegahan dan penanggulangan bencana bisa lebih efektif.


“Kami juga terus meningkatkan koordinasi dengan semua pihak supaya kita selalu siap bersama-sama menanggulangi jika terjadi bencana. Latihan bersama seperti ini sangat bagus untuk kesiapsiagaan kita semua,” kata Suprapto. 

(ANT/B-8)