PADA tahun ini, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendapat jatah pencetakan sawah baru seluas 1.200 hektare.
Proyek itu berasal dari program upaya khusus (upsus) yang merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).
Program itu bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi padi di Gumas khususnya dan Kalteng pada umumnya. Sejauh ini realisasi pencetakan sawah baru di Gumas sudah mencapai 225 hektare.
Demikian disampaikan kepala Dinas Pertanian Dan Perkebunan (Distanbun) Gumas Letus Guntur saat ditemui di ruang kerjannya, Jumat (15/4/2016).
“Beberapa irigasi yang pencetakan sawah sudah terealisasi, terdiri dari irigasi Desa Hurung Bunut di Kecamatan Kurun, irigasi Guhung Rawai di Kecamatan Rungan, serta beberapa lahan pertanian lainnya,” ungkap dia.
Menurutnya, biaya cetak sawah baru dianggarkan sebesar Rp16 juta per hektare. Namun proses pencetakan dikelola sepenuhnya oleh TNI AD dengan cara swakelola.
Adapun bentuk percetakan sawah yang dilakukan berupa pembersihan lahan (land clearing) dan perataan lahan (land laveling) hingga lokasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk menanam padi oleh petani.
“Pada daerah-daerah irigasi seperti Desa Hurung Bunut, Desa Tumbang Bunut, kemungkinan besar pada Mei atau Juni 2016 lahan-lahan tersebut sudah akan dimanfaatkan untuk menanam padi,” ucap Letus.
Menurut dia, adanya program pencetakan sawah baru di Kabupaten Gumas, akan sangat membantu para petani. Pasalnya, petani selama ini kesulitan membuka lahan, khususnya persawahan, lantaran kekurangan biaya. Sehingga lahan yang potensial tidak bisa dimanfaatkan maksimal.
“Ketika saya tanya kenapa tidak memanfatkan lahan di jaringan irigasi, kata masyarakat mereka tidak mampu untuk membuka lahan.Jadi kita mengusulkan ke pemerintah pusat, sehingga 2016 ini kita mendapat 1.200 hektare,” sebut dia.
Selain dana dari pemerintah pusat, Pemkab Gumas juga memberikan bantuan biaya tanam kepada petani sebesar Rp1 juta per hektare.
(B-3)


