BORNEONEWS, Nanga Bulik – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau melalui Puskesmas Tapin Bini menggelar skrining berhenti merokok bagi anak usia sekolah. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kecanduan tembakau bagi anak usia sekolah.
Kepala Dinkes Kabupaten Lamandau, Rosmawati mengungkapkan bahaya rokok bagi kesehatan sudah diketahui hampir semua orang. Namun jumlah perokok aktif terus bertambah. Bahkan anak usia sekolah juga banyak yang menjadi perokok aktif.
Sebagai upaya pencegahan, Puskesmas Tapin Bini melalui Koordinator Program Penyakit Tidak Menular (PTM) telah melakukan skrining perokok pada anak usia sekolah di Kecamatan Lamandau, yaitu usia 10 – 18 Tahun.
“Skrining dilakukan untuk mendapatkan data awal perilaku merokok di lingkungan sekolah dan sebagai langkah awal untuk usaha berhenti merokok,” ungkap Rosmawati, Kamis, 28 September 2023.
Faktor lingkungan banyak berpengaruh kepada tingginya jumlah perokok dikalangan para remaja. Apalagi saat ini banyak rokok tembakau yang harganya sangat terjangkau beredar di pasaran.
“Yang lebih kami khawatirkan, remaja yang jadi perokok aktif itu akan terjerumus lebih jauh ke penyalahgunaan narkotika. Makanya, kami sangat membutuhkan peran bantuan dari semua pihak,” ujarnya.
--page
Kegiatan diawali dengan perkenalan oleh petugas kesehatan, pembagian kuisioner serta edukasi bahaya merokok. Diharapkan melalui edukasi dan pencegahan ini dapat meminimalisasi anak di bawah umur sebagai perokok aktif.
“Hasil skrining akan dilaporkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk feedback dari Puskesmas Tapin Bini dan akan dilakukan evaluasi, serta koordinasi dengan pihak sekolah sebagai langkah awal pencegahan dampak buruk rokok,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/R)









