Taman Hiburan Rakyat (THR) Pangkalan Bun Park (PP) harus ditata kembali. Pasalnya, berdasarkan pantauan <Borneonews>, taman yang menjadi salah satu aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) itu sepi pengunjung. Bahkan justru diterpa isu miring sebagai tempat maksiat.
Menanggapi hal itu, Bupati Kobar Bambang Purwanto secara singkat menyebutkan, nanti akan diperbaiki. “Karena saat ini kita fokus pada pembangunan ruang terbuka hijau (RTH), taman kota di sepanjang jalur sebelah kanan Jalan H M Rafi’i,” terang dia saat ditemui <Borneonews> beberapa waktu lalu.
Menurut Bupati Kobar Bambang Purwanto, pada tahun 2015 lalu, PP bakal ditata kembali agar bisa menjadi lokasi taman hiburan keluarga. Nuansa tatatan taman akan dibuat agar bisa menjadi tujuan wisata keluarga dan masyarakat bisa membawa anak-anaknya untuk bersantai di PP.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penataan kembali PP bakal dilakukan. Bahkan menurut informasi yang dihimpung Borneonews, lokasi PP itu disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, mengais rezeki untuk kepentingan pribadi, seperti transaksi pekerja seks komersial (PSK).
“Penerangan dari lampu taman dirasakan kurang, akibatnya suasana remang-remang meliputi lokasi tersebut sering disalah gunakan untuk melakukan aksi maksiat. Buktinya, banyak ditemukan kondom-kondom bekas di sekitar wilayah PP,” kata warga yang enggan disebut namanya. (CR-1/B-8)


