BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Program Pelayanan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar, menyampaikan bahwa sejak tahun 2016, BPDPKS telah melaksanakan Pekan Riset Sawit Indonesia.
Hal ini disampaikannya dalam paparan pada Talkshow: Road to Pekan Riset Sawit Indonesia Tahun 2023 oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Rabu, 27 September 2023.
"Tahun ini BPDPKS kembali melaksanakan Pekan Riset Sawit Indonesia," kata Arfie dalam rilis BPDPKS pada Kamis, 28 September 2023.
Tujuannya, katanya, adalah agar hasil riset dapat didiseminasikan kepada seluruh stakeholder, baik dari industri, pemerintah, UMKM, masyarakat, kelompok tani agar dapat dimanfaatkan.
"Pemanfaatan inovasi hasil riset yang telah dilakukan oleh BPDPKS dalam upaya komersialisasi telah melalui Kerjasama dengan Asosiasi Inventor Indonesia atau AII untuk membantu dalam melakukan valuasi terhadap kesiapan teknologinya," jelasnya.
--page
AII menurutnya bertugas untuk mempertemukan Inventor atau Peneliti dengan Investor atau Industri.
"Pada tahun 2021 dihasilkan tujuh letter of intent atau surat minat dari industri/investor, yaitu Biosilika, Furfural, Lemak kalsium, mesin grading TBS, Foaming Agent, bioplastic dan Emulsifier MDAG," jelasnya.
BPDPKS juga menurutnya telah mengagendakan Kegiatan "Pekan Riset Sawit Indonesia 2023”" yang akan dilaksanakan pada 25-26 Oktober 2023 mendatang.
"Kegiatan ini nanti akan dikemas dalam bentuk plenary session yang terbagi menjadi beberapa fokus riset, pameran atau exhibition yang menampilkan poster hasil riset dan ada demo masak dengan menggunakan minyak sawit merah," katanya lagi.
Pada kegiatan ini juga menurut Arfie akan ditampilkan 20 hasil riset yang telah didanai BPDPKS yang terdiri dari berbagai bidang yaitu Bioenergi, Biomaterial, Budidaya-Pasca Panen, Lingkungan, Pangan dan Sosial Ekonomi-ICT. (TESTI PRISCILLA/H)









