BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai upaya untuk meningkatkan nilai komersialisasi dan kesiapan teknologi untuk menjembatani dengan pemakai maka Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS akan mengadakan diseminasi dan pameran dalam Pekan Riset Sawit yang disingkat Perisai pada 25-26 Oktober mendatang di Surabaya.
"Dalam Perisai, kami akan mengundang semua stakeholder baik industri, pemerintah dan masyarakat," kata Plt Direktur Penyaluran Dana, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Zaid Burhan Ibrahim dalam rilisnya pada Kamis, 28 September 2023.
Zaid menyatakan hal ini saat membuka Talkshow: Road to Pekan Riset Sawit Indonesia Tahun 2023 oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Rabu, 27 September 2023.
"Hasil penelitian dan pengembangan atau litbang akan ditampilkan dan disosialisasikan untuk diketahui dan diambil manfaatnya sehingga menghasilkan industri kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," tuturnya lagi.
Kegiatan Talk Show: "Road to Perisai 2023" ini bertujuan untuk pengenalan Pekan Riset Sawit Indonesia yang disingkat PERISAI kepada stakeholder industri Sawit dan turunannya serta pentingnya Riset dalam mendukung Hilirisasi.
Kegiatan Pekan Riset Sawit sendiri rencananya akan diselenggarakan pada 25-26 Oktober 2023 di Surabaya.
Kegiatan Talkshow sendiri menurutnya menghadirkan tiga orang narasumber yakni Dr Jenny Elisabeth yang menyampaikan tentang "Pengembangan Industri Hilir Sawit Berbasis Riset di Indonesia", Dr Tungkot Sipayung yang menyampaikan tentang "Tantangan Industri Sawit Dan Perlunya Percepatan Adopsi Inovasi" dan Arfie Thahar yang menyampaikan tentang "Pemanfaatan Hasil Riset Sawit BPDPKS dan Upaya Komersialisasinya". (TESTI PRISCILLA/R)









