PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat, Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno mengatakan bahwa tidak seperti PMK yang kalau sudah menjangkit kemungkinan hidupnya turun drastis, sapi yang terjangkit LSD dapat disembuhkan melalui treatment atau perawatan yang tepat.

"Sapi yang terjangkit LSD dapat disembuhkan melalui treatment atau perawatan yang tepat. Karena ini kan penyakit kulit berjenis cacar," kata Ganjar kepada Borneonews pada Jumat, 29 September 2023.

Karena jenisnya adalah sakit kulit, sehingga kebersihan kandang itu yang paling utama untuk mengatasi atau bahkan mencegah hewan ternak tertular.

"Kalaupun sudah tertular masih bisa diobati dengan tindakan dokter hewan seperti pemberian vaksinasi LSD dan pengobatan seperti antibiotik," tutur mantan Kepala Rumah Potong Hewan atau RPH Kalampangan ini lagi.

Dengan menyalakan asap-asapan saat malam hari di kandang ternak juga menurut dokter hewan ini bisa membantu mengurangi cacar pada kulit hewan sehingga tidak dihinggapi lalat penghisap darah dan nyamuk penghisap darah yang dapat menularkan penyakit LSD kepada hewan yang sehat.

Hal ini juga menurut Ganjar telah disampaikan dalam Sosialisasi Kesehatan Hewan, PMK dan LSD untuk peternak sapi di wilayah Bukit Batu, Balai Pelatihan Pertanian atau BPP Tangkiling pada Rabu, 27 September 2023 kemarin.

Kegiatan tersebut dibuka oleh drh Ganjar Priyatno selaku Kabid Keswan Kesmavet PPH dan penyaji materi oleh Kepala Puskeswan, drh Eko Hari Yuwono. (TESTI PRISCILLA/R)