POLRESTA Tangerang, Banten, memburu pelaku mutilasi terhadap korban tanpa identitas sebagai penghuni rumah kontrakan di Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa diduga istri muda sedang hamil enam bulan.


“Kami sudah mendapatkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian yang melihat korban sebelum meninggal,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Irman Sugema, Kamis (15/4/2016).


Irman mengatakan pihaknya berupaya mencari alat bukti lain yang mengarah kepada pelaku agar diperoleh titik terang untuk mengungkap kasus tersebut.


Pernyataan tersebut terkait aparat Polsek Cikupa menemukan korban mutilasi tanpa identitas di Desa Tenaga Sari RT 12/01, Kecamatan Cikupa dalam kondisi mengenaskan.


Namun tubuh korban dalam kondisi terpisah dengan lengan dan kaki serta pangkal paha hingga jari dipotong.


Demikian pula tangan korban dipotong dari siku terpisah dua dengan jari, tapi tangan kanan belum ditemukan.


Dalam pemeriksaan medis di RSUD Tangerang bahwa petugas memperkirakan korban berusia 23 tahun dan dalam kondisi hamil enam bulan.


Korban juga memiliki rambut lurus dengan panjang sebahu dan ketika ditemukan warga di rumah kontrakan sudah terbungkus plastik hitam.


Sedangkan petugas medis RSUD Tangerang sudah mengeluarkan janin dalam tubuh korban dengan kondisi sudah tidak bernyawa.


Pengakuan tetangga sesama penghuni kontrakan bahwa mereka jarang melihat korban karena sering mengurung diri dalam kamar Irman menambahkan telah mengamankan sejumlah barang bukti, tapi enggan menjelaskan dengan alasan untuk bahan penyidikan kasus.


Meski begitu, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari petugas RSUD Tangerang sebagai bukti petunjuk untuk penyelidikan lebih mendalam.


Buru AG


Petugas gabungan Polda Metro Jaya, Polresta Tangerang Kabupaten, dan Polsek Cikupa memburu pria berinisial AG yang diduga sebagai pelaku mutilasi seorang wanita hamil di Cikupa.


“Anggota masih di lapangan memburu terduga pelaku atas nama AG,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti.


Krishna menjelaskan awalnya penyidik mendapatkan keterangan dari salah satu saksi kunci berinisial RI yang diduga terlibat.(ANT/B-11)