KAPOLRI Jenderal Polisi Badrodin Haiti membenarkan, dua terduga teroris kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso, yang ditangkap Jumat, masuk dalam 29 Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Mereka memang telah terbagi beberapa kelompok, sehingga ini yang perlu diinformasikan kepada masyarakat,” katanya di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, pascakunjungan ke Poso, Jumat (15/4/2016).
Menurut Kapolri hasil evaluasi secara keseluruhan cukup baik, namun ada beberapa hal teknis yang perlu diperbaiki.
Kapolri Badrodin Haiti kembali ke Palu sekitar pukul 14.45 wita bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Tito Karnavian, Korps Brimob Irjen Pol Murad Ismail, Wakabanreskrim Irjen Pol Ari Dono Sukmanto. Mereka disambut oleh Wakil Gubernur Sulteng Sudarto, Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele dan Kajati Sulteng Isran Yogie Hasibuan.
Kapolri melakukan perbincangan dengan Forkopinda Sulteng diruang VIP Bandara Sis Aljufri palu sekitar satu jam lamanya, sebelum bertolak ke Makassar dengan menggunakn pesawat Garuda Indonesia.
Sebelumnya Kapolri tiba di Poso sekitar pukul 10.00 wita yang langsung melakukan pertemuan tertutup dengan para komandan Polri dan TNI di Mapolres Poso.
Pertemuan tertutup itu antara lain dihadiri Kapolda Sulten Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, Danrem 132/Tadulako Palu Kol Inf. Muhammad Saleh Mustafa.(ANT/B-11)








